Jangan Biarkan Kesempatan Hilang...segera Gabung di Bisnis Online yang Akan Booming ..Klik : www.superbambang.co.cc
Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yang telah dilabuhkan sampai kebelakang tabir.
- Terus mengharapkan yang terbaik, maka kita akan menghasilkan yang terbaik.
- Jangan bersungut-sungut tetapi mengucap syukurlah senantiasa.

Kamis, 18 Maret 2010

Seni, Seks, dan Revolusi,,Kenapa Tidak

Seni adalah seni, seks adalah seks. Revolusi apalagi? Mungkinkah tiga dunia ini menjadi sebuah kesatuan? Kenapa tidak?! Tidak ada yang tidak mungkin di dunia yang sarat dengan imajinasi dan kreatifitas serta strategi. Semuanya adalah mungkin.

Seni sudah lama digunakan sebagai sarana untuk berpolitik dan juga sangat berperan dalam revolusi. Sudah banyak sekali contohnya. Mao melakukan revolusi budaya lewat seni bahasa untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme bangsanya. Begitu juga yang terjadi di Perancis saat terjadi revolusi anti feodalisme. Stalin waktu lengser? Hmmm…. Berapa banyak, tuh, lukisan, buku, film, dan pahatan yang dibuat untuk “melengserkan” dan mengagungkan periode historik dan mendebarkan pada masa itu. Di Indonesia juga sama, kan?! Apa yang terjadi pada saat Lekra membumihanguskan karya-karya seni anak bangsa saat itu?! Apalagi kalau bukan untuk melakukan revolusi. Mungkin harus kita tanyakan kepada para tokoh-tokohnya yang sampai sekarang masih hidup dan dipuja atas karya seninya, ya?! Siapa tahu sekarang mereka mau mengakuinya secara jujur dan benar. Mumpung masih ada kesempatan. Waktu sudah dekat soalnya.

Memang, sih, ini dijadikan perdebatan oleh mereka yang mengaku memiliki pemahaman post modernism. Para pemikir aliran ini tidak percaya kalau seseorang bisa memahami konteks dari apa yang menjadikan karya seni ini sampai bisa terbentuk, Tidak bisa dijadikan alat komunikasi universal karena bisa menimbulkan berbagai persepsi yang berbeda. Makanya mulailah kemudian para seniman “dinilai” berdasarkan kehidupan ekonomi, ideologi politik, keyakinan, pendidikan dan seterusnya dan seterusnya. Menyebalkan!!!

Cukup aneh menurut saya! Seni adalah bahasa yang sangat universal walaupun bisa memberikan persepsi yang berbeda. Namun semua bisa dibuat sedemikian rupa agar bisa diarahkan kepada satu tujuan. Apa mungkin karena saya seorang penulis, ya?! Soalnya, dunia yang saya tekuni ini adalah bagian dari dunia imajiner di mana apapun bisa saja terjadi dan sangat bisa terjadi. Segala koreksi imajinasi bisa menjadikan koreksi atas apa yang sekarang ini sedang terjadi dan sedang dirasakan. Kalau saya sedang bermimpi bahwa semua rakyat Indonesia sedang bercinta dengan negara ini, ya, jadinya bercinta, deh!!! Kan, batas-batas kenyamanan dalam bentuknya hanya ada pada diri saya sendiri. Belum tentu semuanya sama dengan apa yang saya alami.

Seks adalah sebuah bagian dari seni. Ini menurut saya, lho, ya!!! Bila seks tidak dilakukan dengan penuh keindahan, seks itu tidak menjadi indah. Hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan biologis saja. Psikologisnya belum tentu juga tercapai. Apalagi faktor-faktor yang lain?! Nggak seru, ah!!!

Menulis tentang seks itu sendiri bagi saya adalah sebuah tujuan. Seks menjadi sebuah seni realisme dan surealisme tersendiri yang saya uraikan dalam bentuk tulisan. Memadukan berbagai unsur dalam kehidupan untuk menjadi apa yang saya sebut dengan satuan pencahayaan. Memberikan terang atas gelap agar sisi gelap itu menjadi lebih terang. Apa yang selama ini tidak dipandang kemudian menjadi tampak lebih jelas. Memberikan pandangan atas sisi yang berbeda. Tidak untuk dilecehkan ataupun melecehkan seks itu sendiri. Humor yang tidak lucu sama sekali bila merendahkan apa yang menjadi sebuah anugerah. Seks adalah titik awal kehidupan dan seks adalah kehidupan itu sendiri. Memikirkan seks merupakan sebuah seni tersendiri. Jauh lebih nikmat dari hanya sekedar melakukan hubungan seksual.

Selama ini kita terlalu sibuk dengan dunia nyata sehingga melupakan apa yang sebenar-benarnya. Berkutat hanya pada satu sisi pandang saja yang membuat kita semua pada akhirnya menjadi capek, jenuh, dan lelah sendiri. Hilang sudah semangat dan keinginan untuk bercinta dan memiliki cinta untuk negara dan bangsa ini. Tertutup oleh amarah, dendam, dan sakit hati sehingga logika terus saja terurai tanpa mengindahkan peranan tidak logis di dalamnya. Kasus Century contohnya. Buat saya, terlihat sangat jelas apa yang menjadi dasar atas semua kejadian ini. Namun, saya belum juga menemukan ada yang menuliskan tentang hal ini. Entah karena memang tidak tahu atau tidak punya cukup nyali untuk menuliskannya. Saya?! Hahaha… Bukan bagiannya!!!

Ibarat seorang gadis muda yang baru saja tumbuh dewasa dan kehilangan kekasihnya untuk pertama kali. Sibuk memandangi lautan dan mencari apa yang hilang itu dan kemudian mempertanyakan tentang hak untuk mencintai dan dicintai. Seolah-olah semua itu menjadikannya tidak berbentuk sebagai makhluk yang disebut sebagai manusia. Padahal bila semua itu kemudian dikembalikan kepada ujung cerita, akan ada yang namanya kerinduan. Kerinduan ada karena ada cinta di dalamnya. Cinta adalah bagian dari seks itu sendiri begitu juga kebalikannya. Menjadi sebuah makna tersendiri bagi kehidupan di masa mendatang. Apa yang akan terjadi nanti saat waktu itu tiba?

Apa semua ini termasuk bagian dari revolusi?! Sebuah pertanyaan menarik yang pertama kalinya diajukan oleh seorang teman saya, yang sangat kritis sekali terhadap tulisan-tulisan saya. Dia mempertanyakan ini sejak awal saya menulis tentang seks, cinta, dan juga politik. Dia sangat jeli sekali!!! Saya sangat mengakui kejeniusannya.

Saya tidak bisa bilang ya tapi tidak bisa juga bilang tidak. Sekarang saya tanya kepada semua, apakah setiap kali menulis atau menghasilkan karya tidak memiliki tujuan?! Karya yang dianggap asal dan sampah oleh penciptanya sendiri pun pasti memiliki tujuan. Sudah pasti saya memiliki tujuan dalam setiap kali menulis. Tidak mungkin tidak. Hubungannya dengan revolusi?! Menurut saya, ini hanyalah bagian dari ledakan atas kecemasan yang ada dalam diri saya saja. Merupakan bagian dari cara saya untuk mempertahankan eksistensi agar tidak terserap dan terpengaruh oleh norma-norma dan perilaku yang terjadi sekarang ini. Sebuah kesadaran penuh bahwa abnormalitas intelektual seharusnya tidak pernah membiarkan kegilaan dalam hal-hal estetika mati dan padam oleh mereka yang hanya bisa patuh dan merasa waras serta merasa bagian dari kaum elite dunia intelektual dan religius. Saya sangat yakin, bila membaca tulisan-tulisan yang lain, sebenarnya banyak yang melakukan hal yang sama. Biarpun dalam bentuk karya yang berbeda. Sadar tidak sadar, ya!!! Apa ini bisa disebut revolusi?!

Tidak mudah memang untuk mengembalikan apa yang seharusnya tetapi bila dilakukan secara bersama tentu saja bukanlah sesuatu yang mustahil. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) saja sudah sangat membantu. Kebebasan berekspresi tidak bisa dijadikan alasan untuk bebas sebebasnya karena bebas itu sendiri memiliki batas. Tidak ada guna untuk berkelit bila pada akhirnya hanya merupakan pembenaran saja. Bila memang benar merasa memiliki rasa mendalam atas hati yang penuh dengan segala rasa sehingga mampu menghasilkan sebuah karya, pastilah memiliki apa yang disebut dengan cinta. Akui sajalah itu. Bila tidak memiliki, ya, wajar saja kalau tidak menghasilkan bentuk. Maaf, deh!!!

Seni, seks, dan revolusi. Tiga dunia yang tidak mungkin dapat dipisahkan begitu saja. Silahkan memikirkannya kembali.

Selamat berpikir!!!

Waspadalah Terhadap Kelompok Suami Istri Berperilaku Seks Menyimpang Ini!!!

sadruran dari penulis MARISKA

ISTRI mencari mangsa perempuan lain untuk dijadikan pasangan lesbian. Suami menyetujui dan membantu perekrutan serta menghasut para suami untuk mengijinkan. Sudah saya temukan di daerah pertokoan Tanah Abang Jakarta dan sebuah organisasi perempuan di Bandung. Anggotanya pun sudah banyak. Di atas 50 pasangan suami istri!!!

Masih ingat tulisan saya yang berjudul: “Istriku Lesbian?”. Nah, trend ini ternyata semakin berkembang dengan sangat cepat dan menurut sangat mengkhawatirkan saya. Makanya, saya menulis artikel yang satu ini, sebagai peringatan kepada para pembaca agar jangan sampai terbawa arus.

Diawali dari beberapa orang perempuan pedagang di daerah Tanah Abang Jakarta yang mulai merasa jenuh dengan kehidupan seksual mereka. Suami yang pada awalnya juga sering membeli kepuasan cinta mulai merasakan kejenuhan. Mereka kemudian sepakat untuk melakukan eksplorasi. Membiarkan para istri untuk mencoba merasakan hubungan seksual sejenis yang menjadi tontonan sensual tersendiri bagi para suami. Seiring dengan perjalanan waktu di mana perilaku ini kemudian menjadi sebuah rutinitas, mereka pun menjadi merasa “butuh” untuk mencari pasangan yang baru. Tujuannya tentu saja tidak lain agar tidak bosan serta memperkuat kelompok ini.

Para istri pun kemudian mulai mencari mangsa baru. Tadinya hanya seputar kelompok pedagang yang lain, namun kemudian merambah ke para pelanggan mereka. Cara mereka sangat halus dan sama sekali tidak mencurigakan. Pendekatan yang biasa mereka lakukan adalah dengan memberikan “perhatian lebih”. Mulai dari harga yang murah, pelayanan ekstra, sampai dengan pendekatan personal alias menjadi teman curhat. Pokoknya, dibuat merasa nyaman banget, deh!!! Tidak sadar, calon anggota ini diracuni dengan masukan-masukan tentang perilaku seksual yang tidak sehat. Keraguan diatasi dengan bujukan dan rayuan yang lain. Perlahan namun pasti. Mereka sangat pintar dalam melakukan aksinya.

Ketakutan bila ketahuan suami? Nah, ini dia!!! Para suami mereka kemudian turun tangan. Contohnya, bila saat sedang berbelanja diantar suami tetapi ingin melakukannya. Para suami ini menemani suami-suami anggota baru itu dengan alasan “Biarkanlah para istri menikmati hari belanja mereka dan saya akan menemani Anda sepanjang hari agar tidak bosan”. Para suami yang biasanya memang malas menemani istri berlama-lama belanja, tentu saja sangat tidak keberatan. Apalagi mereka pikir, yang menemani, toh, pedagang di sana. Kemungkinan untuk mendapatkan harga yang bagus pun menjadi besar. Jadilah, kemudian mereka melepas istri-istri mereka itu. Sementara di lain tempat, para istri sedang asyik masyuk indehoi di sebuah tempat yang memang sudah disediakan sebelumnya. Tidak jauh dari lokasi pusat perdagangan itu.

Pertemanan para suami kemudian dilanjutkan di luar urusan belanja. Para suami ini terus didekati oleh para suami yang lain sambil diberi masukan-masukan tentang perilaku seksual yang tidak sehat. “Daripada istri selingkuh dengan pria?”, begitulah alasan utama mereka. Lagipula, tidak bisa juga dipungkiri bahwa banyak sekali pria yang berfantasi melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu orang perempuan. Melihat pasangan lesbian melakukan hubungan seksual memberikan sensasi rangsangan yang sangat luar biasa. Iya, nggak? Ini semua mempermulus langkah perekrutan sehingga kemudian para suami ini menyetujui dan turut bergabung ke dalam kelompok ini. Gila banget, kan?!!!

Perekrutan yang di Bandung lain lagi. Dilakukan lewat arisan. Jadi, pas arisan, bukan hanya sekedar ngumpul, cekakak-cekikik, ngegosip, dan mengocok undian, tetapi juga sambil berpesta seks. Beda dengan yang pernah saya ceritakan di “Arisan Pria Ala Si Tante”, ya. Pesta seks yang mereka lakukan adalah pesta lesbian yang dilakukan oleh para peserta arisan itu sendiri. Sukarela dan tanpa bayaran. Tukar pasangan antara mereka juga sudah merupakan hal yang biasa. Siapa saja, selama memang mau, silahkan mencoba. Yah, kasarnya seperti itulah!!!

Para suami mereka juga sudah tahu dan membiarkan saja. Bedanya dengan yang di Tanah Abang, para suami ini justru menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Saat istri asyik berpesta seks, mereka juga tidak mau kalah. Mereka juga sibuk berpesta dengan perempuan-perempuan lain. Sama-sama menikmati, kan?! Tidak boleh cemburu, dong!!! Kan, sama-sama bebas!!! Sakit banget, deh, ah!!!

Mereka ini tidak sadar bahwa sebetulnya mereka sudah mengalami kelainan kejiwaan dan perlu untuk segera “diobati”. Resiko tertular penyakit kelamin dan penyakit seksual lainnya pun tidak bisa dibendung. Kemungkinannnya sangatlah besar, biarpun mereka merasa bahwa semua yang mereka merasa “sudah memilih yang bersih dan aman”. Soalnya, mereka sudah bukan lagi termasuk kelompok pecinta sesama jenis, tetapi kelompok berperilaku heteroseksual. Toh, mereka juga tetap melakukan hubungan seks dengan suami dan istri mereka sendiri, kan?! Bahaya banget!!!

Kesulitan yang saya dan teman-teman konsultan serta terapis alami adalah untuk bisa “masuk” ke dalam lingkungan mereka. Memang, sekarang sudah ada beberapa pasangan yang keluar dan mengikuti terapi, tetapi hanya sedikit sekali. Kurang dari sepuluh persennya saja sementara perekrutan berjalan terus. Saya tidak bisa membayangkan kalau semua ini terus berlanjut. Tidaaaakkkk!!!

Teman-teman!!! Tolong bantu untuk memikirkan masalah ini dan sebarkan berita ini kepada yang lain, ya!!! Bila ada yang memang tahu atau mendapatkan informasi tentang kelompok yang sama, tolong juga memberitahukannya kepada saya agar bisa diambil langkah preventif selanjutnya. Terima kasih sekali atas bantuannya!!!

Rabu, 17 Maret 2010

Para penjual Keperawanan

GILA!!! Keperawanan kok dijual? Emangnya nggak ada yang lain? Tapi itulah realitas sosial hari ini. Menjual keperawanan kian menjadi tren di kalangan gadis di seluruh dunia. Boleh jadi cara tersebut dianggap sebagai jalan pintas untuk mendapatkan uang secara mudah dan cepat.

Siapa saja mereka dan apa alasannya menjual keperawanannya?

Seorang mahasiswi di Selandia Baru yang mengaku berusia 19 tahun dengan mana samaran Unigirl melelang keperawanannya di internet demi membiayai kuliahnya. Lelang tersebut berhasil menyedot 1.200 penawar dan dimenangkan lelaki hidung belang dengan harga tertinggi 45.000 dollar Selandia Baru atau sekitar Rp 300 juta. (lihat di SINI)

Seorang mahasiswi di Rumania yang bernama Alina Percea (18 tahun) menjual keperawanannya lewat online demi membiayai kuliahnya. Wanita muda ini telah mengiklankan diri di situs www.gesext.de Jerman untuk kencan erotis. Dalam iklan tersebut, Alina mengatakan dirinya wanita Rumania bermata coklat, tidak merokok dan memiliki sertifikat dari ginekolog yang mengatakan dirinya perawan.(lihat di SINI). Keperawanan Alina akhirnya dihargai dengan harga 8.800 poundsterling atau sekitar Rp 143 juta oleh seorang pengusaha Italia. (lihat di SINI)

Seorang gadis 17 tahun nekat menawarkan keperawanannya di situs iklan online konon untuk membiayai kuliah. Gadis yang tak disebutkan identitasnya ini memasang iklan di situs Gumtree dengan judul ‘Virginity for sale’. Aksinya kemudian kepergok oleh seorang reporter tabloid Inggris yang lantas berpura-pura menjadi pebisnis dan melakukan penawaran tertinggi. Lewat negosiasi, pebisnis palsu itu berhasil mendapatkan harga 6,000 Pounds atau sekitar Rp 90 juta. Gadis berusia 17 tahun itu sempat mengaku bahwa uang hasil penjualan keperawanannya itu akan ia gunakan untuk kuliah. “Uang ini untuk membeli kebutuhanku dalam pendidikan seni. Sedang sisanya untuk tempat kuliah yang aku inginkan,” ujarnya. (lihat di SINI)

Natalie Dylan

Seorang mahasiswi di Amerika Serikat, Natalie Dylan (22 tahun), nekat menjual keperawanannya via internet. Uang yang didapat rencananya bakal dipakai sebagai biaya kuliahnya. Natalie Dylan mengungkap bahwa tawaran tertinggi sejauh ini sudah mencapai angka mencengangkan, US$ 3,7 juta.

Mahasiswi tingkat master ini mendapat ide itu setelah menyaksikan saudarinya yang bekerja di bisnis prostitusi selama beberapa minggu, mampu membiayai pendidikan secara mandiri. (lihat di SINI)

Di Hongkong, seorang remaja yang namanya dirahasiakan bikin geger karena kenekatannya menjual keperawanan via internet. Sejumlah orang telah mengajukan penawaran, dengan harga tertinggi yang terpantau mencapai US$ 7800 atau sekitar Rp 73,5 juta. Aksi ini menarik perhatian polisi setempat. Penyelidikan pun dilakukan karena hubungan seks dengan anak di bawah umur adalah kejahatan menurut hukum Hong Kong. Menurut polisi, dalam iklan di situs hkmensa.net, si gadis itu mengaku putus asa mencari uang, sehingga menjual diri dengan harga minimum US$ 1300. (lihat di SINI)

rafaellaRafaella Fico

Rafaella Fico, 21 tahun, mantan pacar Christiano Ronaldo, juga pernah menawarkan keperawanannya senilai 1 juta euro (sekitar Rp 14,5 miliar). Penawaran itu diberikan sendiri oleh Rafaella dengan dalih ingin membangun rumahnya di Roma serta membiayai kariernya sebagai foto model. Rafaella menawarkan tubuh seksinya dalam sebuah lelang secara online dan mengaku siap menyerahkan keperawanannya kepada pria yang berani memberikan tawaran tertinggi. Tawaran pertama langsung datang dari seorang pria yang menawar 855.000 pounds (Rp 14,3 miliar), namun ternyata Raffella masih ingin harga lebih tinggi. (lihat di SINI)

Seorang gadis Inggris berusia 18 tahun menjajakan perawannya lewat internet seharga Rp 170 juta lebih. Perempuan bernama samaran Brunette yang masih tinggal di rumah orangtuanya itu, seperti dikutip Brisbane Times, mengatakan bahwa ia ingin sekali masuk Jurusan Fisika di Universitas Salford pada September nanti, tapi keluarganya tidak memiliki uang yang cukup. “Sebenarnya aku ingin menjaga keperawananku untuk seorang lelaki yang tepat dalam pernikahan. Tapi aku terjepit masalah keuangan,” katanya. Dalam iklan jual-diri itu ditulis bahwa dia masih perawan, cantik, memiliki ukuran dada 34C, bermata hijau, dan bertubuh bagus. Didesak wartawan apa buktinya masih perawan, “Aku tak tahu bagaimana membuktikannya pada orang-orang, tapi percayalah, aku masih perawan,” ujarnya. (lihat di SINI)

Di Indonesia, seorang yang mengaku gadis Bandung berusia 20 tahun memasang iklan di internet untuk menjual keperawanannya. Iklan tersebut berbunyi: saya gadis bandung usia 20 thn mau jual keperawanan saya karena saya butuh biaya buat operasi ibu saya,saya harap ada yg mau bantu ibu saya,saya iklas demi ibu saya.hubungi saya ke no 085720573789.trimakasi (lihat di SINI)

Seorang siswi kelas 3 SMA di kota Bogor MS (17 tahun), mengaku keperawanannya telah direnggut seorang pria di Hotel Papaho, Jalan Raya Kedung Halang, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Namun yang ini bukan MS sendiri yang menjualnya, melainkan oleh germo yang bernama Herawati dan Edi. Kedua germo menggunakan sistim multi level marketing. Modus dari satu korban ke korban lainnya. ming-iming agar korban mau yakni menjanjikan uang banyak, asal bersedia menemani om-om. (lihat di SINI)

Rika, seorang gadis imut di Pekanbaru mengaku sudah melepaskan keperawanannya sejak dia duduk dibangku kelas satu SMU dengan harga Rp30 juta. Hal itu dilakukan Rika terhadap seoarang pengusaha bernama Ahok alias Koko(32). Rika mengaku kenal Koko sejak umur 16 tahun. Waktu kencan pertama Rika diberikan uang Rp30 juta, dan setiap bulanya dikirimi Rp20 juta. Menurut Rika, uang itu dia kumpulkan untuk beli mobil Honda Jazz. (lihat di SINI)

Nadya, seorang mahasiswi di sebuah kampus swasta di kawasan Jakarta Pusat ini menjual keperawanannya dengan harga Rp 7 juta. Gadis cantik yang kini menginjak usia 20 tahun ini kehilangan keperawanan di sebuah hotel di bilangan Jakarta Pusat. Ia menjual keperawanannya hanya untuk mendapatkan sejumlah uang. (lihat di SINI)

Di sebuah situs, seorang yang mengaku wanita bernama Yulia, 20 tahun di Jogjakarta memasang iklan gratis untuk menjual keperawannya . Iklan tersebut berbunyi:

maap sebelumnya, aku wanita 20 thn di Yogyakarta, aku lg butuh uang sekitar Rp8 jutaan buat biaya kuliah adik dan pengobatan. adik ku sedang sakit dan aku lagi tidak ada dana, aku ingin jual diri ke siapapun yg dpt membantu saya. aku bersedia tidur dan aku masih perawan, aku butuh uang secepatnya. bagi yg serius telp ke hp aku 085220674713. Facebook aku : yulianti_i88@yahoo.com (maap klo aku gak sopan, tapi aku memang lg bth uang tsb). (lihat di SINI)

Itulah antara lain para penjual keperawanan. Semoga tidak ada Kompasianer yang terinspirasi untuk mengikutinya. Wallahua’lam bissawab.

Catatan:

Seorang perawan adalah seorang wanita yang belum pernah mengadakan hubungan seksual atau senggama. Wanita yang masih perawan disebut gadis. Secara umum ‘perawan’ juga direlasikan dengan kesucian. Untuk laki-laki yang belum pernah melakukan senggama disebut jaka atau jejaka. Secara fisik perawan ditandai dengan utuhnya selaput dara yang berada pada daerah vagina. Dan hilangnya keperawanan biasanya disertai dengan keluarnya darah dari daerah vagina (tergantung bentuk dan ketebalan selaput dara) saat mengadakan hubungan seksual pertama kali. Secara istilah Islami, keperawanan bukan sekadar masih utuhnya selaput dara di vagina, melainkan setiap wanita yang belum pernah melakukan aktivitas-aktivitas seksual. (sumber di SINI)

Wow! Orgasme Ratusan Kali Sehari?

DALAM tulisan saya sebelumnya mengenai wanita pintar sulit orgasme, tanggapan Mariska Lubis di ruang komentar membuat saya tertarik. Tertarik, bukan hanya karena Mariska menganggap tidak ada hubungannya dengan kepintaran wanita dengan orgasme, namun juga pernyataannya mengenai adanya hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 90% perempuan tidak bisa orgasme. Jika benar penelitian itu benar adanya berarti bukan hanya wanita pintar yang sulit orgasmetapi juga hampir semua wanita.

Akan tetapi, terlepas dari jumlahnya yang kecil, ada juga loh, wanita yang dapat meraih kenikmatan puncak ini sampai ratusan kali sehari. Percaya nggak? Baiklah kalau begitu, mari saya ceritakan kembali kisah Michele Thompson, 43 tahun, seperti saya kutip dari Kompas.com. Kabarnya ibu seorang anak ini selalu mengalami super multi orgasme. Bisa sampai 300 kali sehari. Wow… Gila bukan? Atau mungkin ini yang disebut penyakit persistent sexual arousal syndrome (PSAS)?

Mungkin bagi sebagian pembaca, kisah ini sudah basi. Tapi gakpapa deh. Baiklah, ceritanya begini…. Pada awalnya, masalah seks yang dihadapi Michele ini begitu menyiksa karena ia dapat mengalami orgasme kapan saja dan di mana saja. Namun, ia kini berbahagia karena bisa menemukan pasangan hidupnya, Andrew Carr (32), yang merupakan tetangganya sendiri. “Andrew telah mengubah hidupku. Saya tak lagi mencari penyembuhan untuk masalah orgasme.” Karena ia selalu menginginkan seks dan ia mendapatkannya dari Andrew, maka mereka dapat memadu cinta 10 kali dalam sehari.

Karena masalah ini, ia harus keluar dari pekerjaannya di pabrik biskuit karena mesin yang ia operasikan sering mati. “Saya tahu bahwa saya bisa orgasme sedemikian banyak saat wanita lain tidak pernah mendapatkannya. Namun, kondisi ini menghancurkan kehidupan cinta saya.”

sumber: Kompas.com

Pacar pertama Michelle tak tahan setelah beberapa bulan. Beberapa tahun kemudian, beberapa pria juga menyerah karena kebutuhannya soal seks dan mengatakan bahwa ia seorang pria, bukan mesin seks. Ia pacaran lima tahun dengan pria, dan pada saat putus, sang pacar mengatakan ia kelelahan. Ia pergi sebagai seorang pria yang kalah.

Michelle kemudian kencan lewat internet. Namun setelah ia menceritakan kondisinya, mereka kabur, takut bahwa mereka tidak punya cukup stamina.

Kemudian di bulan Mei, ia ketemu Andrew, duda yang bekerja pada industri pembersih yang tinggal dekat rumahnya di Nelson, Lancs.

Awalnya, saya takut ia akan seperti pria lainnya. Akan tetapi, saat saya mengatakan masalah saya, ia tersenyum dan mengatakan ia akan membakarku telebih dahulu. “Saya dapat melakukannya 24 jam sehari dan Andrew juga. Saya secara teratur lari menyeberang jalan ke rumahnya. Kami setidaknya bercinta 10 kali sehari,” kata Michelle.

Michelle kini bahagia, dan merencanakan hidup bersama Andrew. “Saya mencari seseorang seperti Andrew sejak lama dan akhirnya saya sekarang seperti di surga.”

Masalah seperti Michelle juga dialami Sarah Carmen (24). Ia dapat mengalami orgasme dari bermacam getaran mulai getaran rel kereta api, pengering rambut, mesin fotokopi. Kalau Michelle dapat 300 orgasme, Sarah hanya mendapatkan 200 orgasme sehari.

Sebagai contoh, saat ia diwawancarai selama 40 menit, ia mengalami lima kali orgasme. Sama halnya Michelle, ia menderita PSAS, yang menyebabkan aliran darahnya meningkat pada organ seksual.

Sarah, asal London, menderita PSAS setelah diberi obat antidepresi pada usia 19 tahun. Ia yakin bahwa pil itulah yang menjadi penyebab. “Dalam beberapa minggu, saya mulai gampang terangsang dan mendapatkan orgasme tanpa henti,” kata gadis cantik ini. Teman kencan saya akan teperanjat karena dalam satu jam saya mendapatkan banyak sekali orgasme.

Ia dan pacarnya kemudian berpisah, dan partner barunya berusaha keras memenuhi kebutuhan seksnya. “Sering saya menggunakan diri sendiri untuk mendapatkan orgasme sebanyak mungkin agar saya berhenti demi mendapat kedamaian.”

Dari kisah di atas, yang saya bayangkan adalah bagaimana kira-kira hebatnya sang suami untuk melayani kebutuhan seks Michele. Yang ada di kepala saya adalah apakah Michele adalah orang yang beruntung termasuk di dalam sejumlah kecil (yang disebutkan Mariska 10 persen) wanita yang bisa mengalami orgasme atau malah sebaliknya?!

Sekarang bagaimana jika seandainya Anda yang mendapatkan pasangan wanita seperti Michele ? Kalau saya terus terang ampuuuunnnnnnn, dehh….!!!! Bisa-bisa mati berdiri!

Ramuan Ajaib “The Unforgettable Women”

MEMBUAT pria terpelintir dan jatuh bersimpuh di pangkuan. Tak pernah ingin lepas, pergi, atau bahkan menjauh dari sisinya. Pokoke’ nempel teruusss!!! Kira-kira apa, ya ramuan ajaibnya?

Seorang pria mengaku merasa sangat tergila-gila dengan seorang perempuan yang menurutnya tercantik di dunia. Dia bahkan bukan hanya memujinya, tetapi juga sangat memujanya. Tidak ada satu pun hal yang buruk yang bisa dilihatnya dari perempuan ini. Semuanya begitu luar biasa. Padahal, kalau dilihat-lihat, ini jujur, ya, perempuan itu biasa banget!!! Wajar kalau banyak temannya yang mengira bahwa perempuan ini pergi ke dukun dan mempergunakan jurus pelet yang sangat ampuh. Kasihan benar, ya, perempuan ini!!! Orang memang paling mudah, deh, bikin fitnah!!!

Pria ini juga termasuk pria yang lumayan ganteng. Duitnya banyak pula. Orang tajir, deh!!! Lulusan S2 dari luar negeri lagi. Wah, perempuan mana, sih, yang tidak ingin memilikinya? Banyak, lho, yang sampai antri dan bahkan ada yang sampai rela dijadikan madu. Kebayang, nggak, sih?! Tapi, dia justru merasa paling tergila-gila dengan perempuan “biasa” ini.

Aneh, ya? Apakah ramuan ajaib yang dimiliki perempuan satu ini? Ingin tahu? Pasti banyak sekali yang penasaran, kan? Hehehe….

Selidik punya selidik, ternyata ramuan ajaib perempuan itu memang ada. Bukan ramuan yang terkenal dari Madura itu, lho!!! Bukan juga olesan minyak bulus!!! Hehehe…. Ramuan ini murni terbuat dari campuran antara hati, otak, dan tangan. Diaduk-aduk menjadi satu dan digodok sampai matang, lalu kemudian disajikan dalam satu wadah yang namanya mangkuk cinta. Hangat atau dingin tetap saja rasanya nikmat. Bikin ketagihan pula!!!

Hati yang dimaksud di sini adalah segala ketulusan dan keikhlasan dalam menerima semuanya. Mau baik ataupun buruk. Bagus ataupun jelek. Tidak ada yang namanya embel-embel “sebuah maksud tertentu”. Yang baik dianggap sebagai berkah sedangkan yang buruk dianggap sebagai anugerah. Soalnya, perpaduan antara keduanya itulah yang membuat segalanya justru menjadi lebih indah dan menarik. Kalau dipikir-pikir, coba, deh, memangnya enak, ya, dapat pasangan yang sempurna? Lagipula, memangnya ada manusia yang sempurna?

Otak di sini juga maksudnya adalah isinya. Isi berupa kemampuan untuk mengimbangi segala pemikiran, penalaran, dan logika pasangannya. Tidak harus pintar dalam soal pendidikan dan ilmu pengetahuan, tetapi tahu sekali apa yang harus dilakukan. Tahu bagaimana harus bersikap. Tahu banget apa yang diinginkan oleh pasangannya. Bisa jadi, perempuan yang tidak berpendidikan tinggi justru yang lebih tahu bagaimana harus menentramkan pemikiran seorang pria bergelar S-3 dan memiliki posisi penting di kantor. Dari caranya dia mengurus rumah tangga dan membuat masakan yang enak saja, sudah bisa menentramkan pikiran, kan? Ya, nggak?!

Otak ini juga sadar bahwa setiap orang berbeda sehingga cara penanganannya dan perawatannya juga berbeda. Tidak bisa dibandingkan antara yang satu dengan yang lainnya atau disamaratakan begitu saja. Semua pria memiliki keunikan masing-masing, baik berupa keinginan, hasrat, ambisi, cita-cita maupun berupa kepribadian, pengalaman, memori, maupun cara berpikir. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang sama persis, kan?

Nah, giliran tangan lain lagi, nih! Tangan yang dimaksud di sini adalah ketrampilan dalam hal “menyentuh”. Soalnya, sentuhan tangan seorang perempuan akan sangat berbeda dengan sentuhan tangan pria manapun di dunia ini. Harusnya terasa lebih lembut dan terasa sangat merasuk ke dalam sukma. Bayangkan saja belaian lembut seorang ibu yang sedang menyentuh pipi dan rambut anaknya. Wah, tidak ada tandingannya di dunia!!! Sangat membekas dan tak akan pernah terlupakan seumur hidup.

Masalahnya begini. Maaf, ya, kaum pria, saya dengan sangat terpaksa harus “menelanjangi” kalian!!! Sekeras-kerasnya seorang pria, segagah-gagahnya mereka, sekuat-kuatnya mereka, pria sebenarnya sangat membutuhkan apa yang kita sebut dengan “dimanja”. Mereka ibarat harimau liar yang bila sudah ketemu pawangnya, berubah menjadi seekor kucing angora yang senang sekali dibelai dan dimanja. Coba saja kalau mereka sakit, wah, lebih merepotkan dibandingkan dengan kaum perempuan. Manjanya keluar banget!!! Biarpun mereka tidak mau mengaku atau mengakuinya, apalagi di depan orang lain bahkan anak-anak mereka sendiri. Toh, dari sananya mereka memang lebih tidak tahan sakit dibandingkan dengan perempuan, karena perempuan sudah diberi anugerah untuk bisa menahan sakit yang luar biasa untuk bisa melahirkan anak.

Campuran ketiga bahan tadi yang sudah matang disajikan dalam mangkuk cinta. Sebuah mangkuk yang sangat indah dan menjadi wadah bagi segala sesuatu yang indah-indah di dunia ini. Tanpa mangkuk cinta ini, semua ramuan tadi tidak akan ada artinya. Bagaimana bila ditaruh di dalam wadah mangkuk kebencian? Rasanya pasti akan berbeda, kan?

Mangkuk cinta inilah yang kemudian selalu dibawa-bawa oleh pria ke mana pun mereka pergi. Isinya pun selalu penuh walaupun dimakan terus-terusan. Tak heran bila kemudian tidak sudah masuk ke dalam sukma dan tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Tidak bisa juga dilupakan. Sudah sangat meresap ke seluruh sel-sel yang ada di dalam tubuh. Mana mungkin bisa dihilangkan dengan mudah?!

Intinya, bila ingin menjadi seorang “the unforgettable women”, cobalah membuat ramuan ajaib ini. Sedangkan bagi pria yang memang merasa memiliki seseorang seperti ini, jangan heran atau bertanya-tanya lagi, ya?! Nikmati saja!!! Ini merupakan sebuah anugerah!!! Tapi, jangan juga dijadikan alasan untuk kemudian mencari-cari yang lain karena merasa belum menemukannya atau merasa pernah meninggalkannya. Jadikanlah hanya sebagai sebuah kenangan manis terindah dalam kehidupan Anda.Semoga bermanfaat!!