Jangan Biarkan Kesempatan Hilang...segera Gabung di Bisnis Online yang Akan Booming ..Klik : www.superbambang.co.cc
Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yang telah dilabuhkan sampai kebelakang tabir.
- Terus mengharapkan yang terbaik, maka kita akan menghasilkan yang terbaik.
- Jangan bersungut-sungut tetapi mengucap syukurlah senantiasa.

Jumat, 17 Juli 2009

mati kata

Maaf
sedang tak bisa bercerita
lewat untaian kata maupun nada
melalui bait-bait rasa
ataupun sekedar tanda tanya

maaf
sedang tak ingin bercerita
masa lalu maupun saat ini
yang ada padanya ataupun pada diri ini

maaf
sedang tak mampu bercerita
fiksi ataupun nyata
yang ada maupun yang telah tiada

maaf
sedang tak mungkin bercerita
padamu ataupun padanya
bahkan pada mereka

maaf
abaikan saja rangkaian kata-kata tak bermakna
tak berarti tuk dimengerti

tak berguna tuk dibawa

Rabu, 15 Juli 2009

IBU

Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah kita menyakiti-nya? Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaan-nya? Mencaci maki-nya? Melawan-nya? Memukul-nya? Mengacuhkan-nya? Meninggalkan-nya? Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil, Memberikan ASI waktu kita bayi, Mencuci celana kotor kita, Menahan derita, Menggendong kita sendirian.

Disaat ibumu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya, tangannya tak dapat hapuskan airmata mu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan, bayangkan ibumu sudah tiada, apakah kamu cukup membahagiakannya, apakah kamu pernah berfikir, bertapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya.

Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more)
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less)

SADARILAH bahwa di Dunia ini ga da 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi...

Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita...

Berlari Dalam Hujan

Anak kecil itu telah berbelanja dengan ibunya di Wal-Mart, sebuah Toserba yang terkenal di Amerika. Anak itu baru berumur 6 tahun, dengan rambutnya yang kemerah-merahan dan wajah yang masih tulus dan kekanak-kanakan.

Di luar hujan cukup deras. Kami semua sedang berkumpul di bawah kanopi pada pintuk masuk Wal-Mart. Kami semua menunggu, sebagian dengan hati yang sabar, sebagian merasa kesal bahwa hujan mengacaukan rencana hari mereka.

Aku selalu terpesona oleh hujan yang turun. Aku terbawa akan suara dan pandangan langit yang sedang membersihkan semua kotoran dan debu dari dunia. Aku terkenang sewaktu masih anak-anak ketika berlari dan mencebur di tengah turunnya hujan dengan kebebasan seorang anak. Kenangan itu datang mengguyur pergi semua kekhawatiran dan keresahan dari kehidupan sehari-hari.

Suaranya yang manis memecahkan keheningan kita semua yang seakan-akan terpukau oleh turunnya hujan yang deras itu.

"Mam, ayolah kita berlari dalam hujan," katanya dengan lugu. "Apa?" jawab ibunya dengan kaget. "Marilah kita berlari dalam hujan," ulang anaknya.

"Tidak, sayang, kita menanti sebentar sampai hujan agak mereka sedikit," jawab ibunya. Anak kecil itu menunggu beberapa menit untuk kemudian mengulangi lagi, "Mam, ayolah, kita berlari dalam hujan." "Kita akan basah kuyup bula kita melakukannya," jawab ibunya. "Tidak mam, seperti yang ibu katakan pagi hari ini," seraya menarik-narik lengan ibunya.

"Pagi hari ini?Kapan saya mengatakan bahwa kita dapat berlari di dalam hujan dan tidak menjadi basah?"

"Apakah ibu tidak ingat? Ketika ibu berkata kepada ayah tentang penyakit kankernya, dan kemudian ibu mengatakan, bila Tuhan dapat menolong kita untuk dapat mengatasi masalah ini, maka Allah-pun dapat menolong kita mengatasi hal-hal yang lain!"

Orang-orang di sekitarnya hening dan yang terdengar hanyalah turunnya hujan melulu. Tidak ada seorangpun yang meninggalkan tempatnya pada saat-saat itu.

Mam berdiam sejenak untuk memikirkan apa yang hendak ia katakan.

Mungkin ada sebagian orang yang akan menertawakannya, dan mungkin ada yang mengganggap ia sebagai orang yang tolol. Mungkin ada orang-orang yang tidak peduli apa yang ia katakan. Namun, baginya, ini merupakan saat yang maha penting di dalam kehidupan spiritual seorang anak kecil, dimana kepercayaan seorang anak kecil yang lugu dan tulus dapat berkembang dan kelak menjadi iman yang penuh kuasa.

"Sayang, kamu benar. Marilah kita berlari dalam hujan. Bila TUHAN menghendaki kita menjadi basah, mungkin karena kita memang perlu dibersihkan," kata ibunya. Kemudian merekapun berlari dalam hujan.

Yang lain melihat, tersenyum dan tertawa bagaimana mereka berlarian di antara mobil-mobil yang diparkir, dan melalui kubangan air dan lumpur. Mereka berdua menutupi kepala mereka dari hujan dengan kantong belanja. Mereka basah kuyup. Namun mereka diikuti oleh beberapa orang lain yang berteriak-teriak dan tertawa seperti anak-anak kecil dalam perjalanan mereka ke mobilnya masing-masing.

Dan, ya, akupun ikut berlarian dan ikut basah kuyup. Aku kira, aku pun perlu di bersihkan.

Selasa, 14 Juli 2009

Aku Tahu Kamu Akan Datang

Dalam perang dunia yang kedua, terdapat dua orang pemuda yang merupakan sahabat karib satu dengan yang lain. Setelah mengalami pertempuran yang amat dahsyat hari itu, salah seorang pemuda itu baru mengetahui bahwa kawan akrabnya belum kembali dari medan pertempuran hari itu. Ia tahu bahwa kawannya itu pasti masih tertinggal terluka di daerah tak bertuan. Ia kemudian minta ijin kepada komandannya agar ia boleh mencari kawannya di daerah itu.

Komandannya menjawab tidak ada gunanya untuk mencari kawannya, karena boleh dipastikan bahwa ia sudah mati setelah terluka dan harus berada di tengah-tengah pertempuran yang sengit selama satu hari lamanya. Tetapi pemuda itu terus mendesak dan akhirnya komandannya memberikan ijin kepadanya.

Setelah beberapa waktu kemudian, pemuda itu kembali dengan menggendong sesosok tubuh yang sudah tak bernyawa di atas pundaknya. Komandan mengatakan, “Aku kan sudah mengatakan bahwa tidak ada gunanya untuk mencari kawanmu itu?”

Pemuda itu menjawab dengan mata yang bersinar-sinar “Ada gunanya, pak. Aku tiba di sisinya untuk mendengar ia berbisik, “Aku tahu kamu akan datang.”

Refleksi :
Mengasihi bukan cuma menjadi dekat, tetapi menjadi sahabat yang mau mendengar keluhan sesamanya.

Jika Tidak Ada Hari Esok

Pada suatu daerah hiduplah seorang anak, dia hidup dalam keluarga bahagia dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu menganggap itu sesuatu yang wajar saja.

Dia terus bermain, mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, besok kan bisa".

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia, tetapi dia anggap itu wajar-wajar saja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya.

Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk meminta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, besok kan bisa".

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu tapi itu bukanlah masalah karena dia masih punya banyak teman baik yang lainnya. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-teman yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia bertemu dengan seorang cewek yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan pekerjaannya karena dia ingin di promosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mingkin.

Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah, aku capek, besok saja aku menghubungi mereka". Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar. Jadi waktupun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelpon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dapat membahagiakan keluarganya, Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya ataupun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya karena istrinya selalu mengerti dia dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya". Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal dan dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut, dia belum sempat berkata, "Aku cinta kamu", istrinya telah meninggal dunia.

Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya tapi dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya.

Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktu untuk mereka.

Saat mulai renta, dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60 dan 70.

Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand dan negara-negara lainnya bersama istrinya tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah ompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya.

Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Saar dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu......" Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, dia meninggal dunia dengan air mata dipipinya.

Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu tidak pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh. Jika anda pernah bertengkar, segera berbaikanlah dan jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir... tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa masih ada hari esok untuk memberitahu akan tetapi hari tersebut tidak akan datang. Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang maka "besok" akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.