Jangan Biarkan Kesempatan Hilang...segera Gabung di Bisnis Online yang Akan Booming ..Klik : www.superbambang.co.cc
Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yang telah dilabuhkan sampai kebelakang tabir.
- Terus mengharapkan yang terbaik, maka kita akan menghasilkan yang terbaik.
- Jangan bersungut-sungut tetapi mengucap syukurlah senantiasa.

Kamis, 10 Desember 2009

Milliku yang Paling Berharga

Aku sangat menyukai ucapan mama : "Barang milikku yg paling berharga adalah kamu!"
ucapan yang sangat menyejukkan hati. Dan sampai sekarang aku masih mengingatnya. ..

Papa dan mama menikah karena dijodohkan orang tua, demikianlah yang dialami para muda-mudi dizaman itu, tapi hal ini sudah umum, tapi dizaman sekarang peristiwa itu sudah jarang terjadi, kebanyakan adalah hasil pilihan masing-masing. Tapi mama sangat mencintai papa, demikian juga dengan papa dan tampak selalu mesra, akur bagaikan pasangan cinta sejoli. Sangat sulit dibayangkan bahwa pernikahan mereka pernah diterjang badai! Yang nyaris memisahkan mereka hanya karena emosi sesaat saja!

Papa dan mama bekerja di perusahaan yg sama, oleh karena itu setiap hari berangkat dan pulang bersama. Suatu hari mereka kerja lembur, mengadakan stock opname digudang, hingga pukul 02.00 dinihari dan baru pulang kerumah.

Papa sangat letih dan lapar, sampai dirumah tidak ada makanan maupun minuman yg siap disaji.
Papa yg lapar minta mama untuk menyiapkan makanan dan minuman. Beberapa hari belakangan ini emosi mama memang tidak stabil, ditambah lagi dengan adanya lembur, badan dan pikiran sungguh melelahkan, sehigga dengan kondisi yg labil itu, mama spontan menjawab dengan nada keras, " mau makan dan minum, memangnya tidak bisa masak sendiri? Apa tidak punya tangan dan kaki lagi, ya?"

Karena papa juga terlalu capek dan langsung menjawab dengan acuh tak acuh, " kamu ini isteriku, memasak adalah sudah menjadi kewajibanmu! "

Mama langsung merespon, "tengah malam begini mau masak apa? Sudah lewat waktunya makan, orang laki seharusnya lebih kuat dari pada perempuan!"

Mendengar itu, marahlah papa, beliau langsung berteriak dengan emosi, "kamu salah makan obat apa kemarin? Mau sengaja cari ribut,ya? Istri memasak untuk suami adalah wajar, kenapa harus tergantung pada waktu? Kamu tidak senang, ya? Kalau tidak senang, kamu pergi saja sekarang dari rumah ini!!!"

Mama tidak menyangka akan menerima reaksi yg begitu keras,setelah terdiam sesaat, mama kemudian berkata sambil menitikkan air Mata, "kamu ingin aku pergi....... .aku akan pergi sekarang!" mama segera kembali kekamar untuk mengemasi barangnya.

Melihat mama masuk kamar dan berkemas-kemas, papa berkata kepada mama yg membelakanginya, "bagus! Pergi sana ! Ambil semua barangmu dan jangan kembali lagi!"

Beberapa saat kemudian suasana menjadi sunyi senyap, tak ada kata-kata kebencian lagi yang muncul, menit demi menit berlalu, tapi mama tetap tak kunjung keluar dari kamar, merasakan keanehan itu, papa kemudian menyusul masuk kamar dan melihat mama sedang duduk diranjang penuh dengan linangan air Mata. Sambil menatap koper kulit besar yang masih tergeletak diatas ranjang. Melihat papa datang, dengan terisak-isak mama berkata, "duduklah diatas koper kulit itu, supaya aku boleh mengenang masa-masa perpisahan kita yg terakhir."

Merasa aneh, maka dengan sendu papa akhirnya tidak tahan juga untuk tidak bertanya, " "untuk apa?"

Sambil menangis dng terputus-putus mama berkata, "emas dan perak aku tidak memilikinya, " tapi milikku yang paling berharga adalah kamu!" Kamu dan anak-anak, aku tidak memiliki apapun...."

Meskipun kejadian itu telah lewat lama sekali, tapi aku masih mengingatnya terus sampai sekarang. Apalagi ketika mama mengucapkan kata-kata terakhir itu, papa merasa sangat tergoncang, sejak malam itu, papa telah diubah dan telah menjadi sangat hormat dan sayang kepada mama. Menggandeng tangan anak-anak, merangkul mama serta senantiasa saling berpelukan kelak aku juga bercita- cita ingin mendapatkan pasangan yang seperti papa.

"Kehidupan apapun yg kita jalani saat ini tidaklah penting yang terpenting adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi hidup ini terutama disaat-saat badai itu muncul."

Medio..Tepus Desa terpencil di ujung utara Klaten.....1982
bams

Belajar Mencintai Dengan Tulus

Pengucapan kata-kata penuh mesra, adalah bagian dari ekspresi cinta kasih
seseorang kepada kekasih hatinya terutama kepada istri/suami tercinta.Sebagai
bentuk ekspresi dan apresiasi cinta, terkadang pernyataan itu disampaikan dalam
dua bentuk kalimat dengan esensi yang hampir sama, seperti dua bentuk
pernyataan dibawah ini :
Kalimat pertama mengatakan : "Aku mencintai kamu karena aku membutuhkanmu."

Sedangkan bentuk kalimat yang kedua mengungkapkan : "Aku membutuhkanmu karena
aku cinta padamu." Sepertinya ada kemiripan dalam mengungkapkan kedua kalimat
tersebut. Akan tetapi, apabila diperhatikan secara cermat, kedua kalimat
tersebut mempunyai perbedaan mendasar, terutama pada sisi pengertian atau makna
yang terkandung di dalamnya.

Perbedaan terletak pada apakah ada nilai ketulusan dari orang yang
mengucapkannya. Dalam menjalani hubungan sehari-hari dengan orang yang kita
cintai (suami/istri), memang sudah selayaknya kita melakukannya dengan penuh
ketulusan. Tidaklah baik kiranya apabila dalam menjalani rumah tangga, salah
satu pihak selalu memperhitungkan atau mempertimbangkan segala sesuatunya.

Ketika ada indikasi sikap tersebut tetap dipertahankan, maka sikap tersebut
pada suatu waktu nanti akan dapat menjadi kerikil tajam sumber perpecahan atau
pertengkaran, yang akhirnya bisa menjadi penyebab runtuhnya hubungan cinta
kasih antar pasutri. Karena Ketulusan itu tidak menuntut.(ho..ho..ho..)

Terima apa adanya..{ hmm..hmmm} Terlalu banyak menuntut hanya akan berujung
pada kepentingan pribadi, sehingga tidak akan mampu menambahkan kedewasaan
hubungan. Dalam hubungan, jangan mencemari hati dan cinta dengan banyak
tuntutan, karena bisa-bisa malah merapuhka hubungan. Jangan banyak mengeluh
kepada pasangan, tapi ucapkan syukur dalam setiap menghadapi kekalutan hidup.
Sikap untuk belajar memberi yang terbaik untuk pasangan, akan semakin
memperbesar kesetiaan cinta kepada pasangan Anda

Ketulusan itu, tidak mengharapkan adanya sikap balas budi. karena dalam
perbuatan tulus, ada pengorbanan. Oleh karena perbuatan sebuah tindakan yang
didasarkan pada ketulusan hati, seseorang akan dapat memberikan kebahagiaan
kepada orang lain karena perbuatan yang dilandasi ketulusan tersebut, telah
membuka pintu harapan (bahkan mungkin pula pintu kehidupan) kepada orang lain
yang menerima perbuatan tulus tersebut.

Terkait dengan sebuah Pernikahan, Pada saat kita telah menerima atau telah
menyatakan pernyataan cinta kepada seseorang yang kita kasihi, itu sama artinya
kita telah siap untuk membagi hati serta sebagian waktu kita dalam mengisi
hari-hari kita bersama suami/istri.

Adanya penerimaan diri untuk membuka hati dalam menerima atau menyatakan rasa
cinta kepada seseorang, seharusnya diikuti pula oleh adanya keterbukaan pola
pikiran kita, karena sikap open minded kita, kelak akan sangat mempengaruhi
serta menentukan pada cara pandang atau pada cara kita memandang kepribadian
maupun kehidupan suami/istri kita.

Ø Kenapa begitu?

Ø Karena salah satu hakekat mengasihi orang lain dengan penuh ketulusan itu,
adalah mencerna terlebih dahulu baru berpendapat atau bertindak.

Ø Berbuatlah karena hati kita yakin bahwa perbuatan kita itu adalah sebuah
perbuatan benar.

Ø Janganlah kita membangun opini pribadi yang ingin menghadirkan suatu pola
pandangan sebagai sebuah pembenaran.

Cara menentukan sikap yang didasarkan pada cara memandang kepribadian serta
kehidupan suami/istri kita, akan turut menentukan atau mempengaruhi penilaian
kita terhadapnya, yang kelak dapat berujung pada hadirnya sikap tulus untuk mau
menerima keberadaan dan kondisi suami/istri, atau bahkan pada saat kita akan
mengapresiasikan rasa sayangnya.

Hal itu perlu kita lakukan agar kita tidak melihat kekurangan yang ada pada
suami/istri kita sebagai sesuatu yang bisa merusak hubungan cinta kasih , namun
menghadirkan sikap diri untuk mau membantu memperbaiki atau menutupi
kekurangannya itu.{PENTING}

Sikap ini merupakan tanda penerimaan kita, untuk mau mengenal serta perduli
atas apa yang ada dalam diri suami/istri, Sisi kekurangan dalam diri seseorang,
adalah sisi rentan yang dapat dijadikan alasan bagi seseorang untuk berubah
sikap setia,bahkan menjadikan pasangan kurang berharga di mata kita,padahal tak
ada seorangpun yang sempurna kecuali Tuhan.

# Dalam menjalin hubungan dengan suami/istri, kita tidak boleh bersikap egois.
Kita tidak boleh banyak menuntut, memaksakan diri kita dan menganggap diri kita
adalah yang terbaik atau sebagai pribadi yang tidak memiliki kesalahan.

# Kita seharusnya sadar, bahwa kita juga bukanlah individu yang sempurna. Jadi,
ketika ingin memperbaiki kesalahan suami/istri kita, selama kesalahan atau
kekurangan dalam dirinya memang benar-benar tidak dapat diperbaiki, maka
sebaiknya kita tidak menyederhanakan sebuah masalah dengan memvonis/memberikan
hukuman yang tidak sepantasnya diberikan kepada kesalahan yang tidak terlalu
prinsipil.

# Egoisme sikap, pada dasarnya dapat menghalangi tumbuhnya sikap tulus di dalam
diri seseorang karena sikap egois membuat seseorang cenderung hanya
memperhatikan atau mementingkan kepentingan diri sendirinya, dan seakan-akan
lupa untuk berbuat baik kepada orang lain.

# Adanya egoisme, dapat membuat seseorang menjadi selalu memperhitungkan setiap
perbuatan yang dilakukannya kepada orang lain. Hal tersebut justru membuat kita
sulit untuk berbuat tulus pada suami/istri kita.

# Untuk apa kita mempertahankan sikap egoisme kita, kalau sikap egois tersebut
justru membuat kita menghadapi dilema dalam membina hubungan harmonis dengan
suami/istri kita yang telah kecewa terhadap sikap kita itu? Segala sesuatu yang
kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada
mereka.


# Untuk apa kita lebih mementingkan diri (tidak memiliki respon baik pada
lingkungan sekitar) kita sendiri, kalau sikap egois tersebut justru membuat
suami/istri kita menjadi tidak senang sama kita? Hubungan dengannya dapat
merenggang, bahkan bisa menuai bencana,cerai misalnya.{oh no.I don't want}

Apabila kita memang untuk bersedia berbagi kasih dengan orang lain (MENIKAH),
maka kita juga harus bisa menyatakan sikap sudah memutuskan tulus kita pada
pasangan kita (dalam arti positif, tentunya).Oleh karena itu hendaknya
masing-masing kita menempatkan ketulusan hati nurani pada saat menjalankannya.

Dengan bersikap tulus, berarti kita telah memberi makna indah akan adanya sikap
menghargai orang lain, serta menghargai hubungan yang telah kita bangun dengan
kekasih hati kita{suami-istri}. Ketulusan sikap, bukan hanya membuat orang lain
senang, namun juga bisa membahagiakan diri sendiri.Oleh karena itu, lakukanlah
segala sesuatu yang bisa mendorong kita untuk dapat mencintai suami/istri kita
dengan tulus.

Bersikap tulus memang seharusnya dijadikan budaya dalam kehidupan setiap orang
karena dengan bersikap tulus, itu sama artinya telah menyatakan perbuatan kasih
kepada orang lain. . hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan
segenap hatimu. Selamat berbagi kasih di dalam ketulusan (dalam arti positif
tapinya yaaa.)

Selasa, 03 November 2009

Perjalanan Hidup ( Part 1 )

Terinsiprasi dengan tulisan temen di notes Facebook yang menggambarkan sisi kehidupan, mensyukuri nikmat hidup yang telah diberikan Tuhan kepada kita maka saya mencoba untuk sedikit menulis tentang kehidupan, setelah sekian hari vacum untuk menulis secarik blog..

Terkadang tanpa kita sadari dan kita rasakan, hidup ini ternyata tidak seperti yang kebanyakan orang katakan...ada yang bilang gampanglah,santailah,ribetlah,dan banyak lagi deh...tapi setelah kita sadari ternyata hidup ini tergantung KITAnya sebagai seorang insan yang hidup dengan berbagai problema dan dilema hidup, bisa menempatkan hidup tersebut menjadi sebuah proses pembelajaran untuk mengetahui lebih jauh sesungguhnya hidup ini apa..?

Kalau ditanya HIDUP ini apa,kemungkinan sebagian besar manusia di belahan bumi ini akan mengatakan bahwa hidup ini adalah apa yang sudah digariskan tinggal dijalani saja oleh kita. Jawaban tersebut terlalu sederhana untuk kita bisa mengetahui makna hidup ini.

Hidup adalah sebuah proses dari kita lahir hingga kita wafat,dimana dalam proses tersebut kita banyak mengalami suka,duka dan pembelajaran dari ketidaktahuan menjadi tahu,dari sebuah kesalahan hingga menjadi sebuah komitmen untuk tidak melakukannya kembali, sehingga kita menjadi seorang insan yang dapat dikatakan mahluk yang mulia disemesta alam ini. Selain itu juga hidup ini tergantung kita yang jalaninnya,kadang terasa gampang bagi mereka yang ikhlas,sabar dan selalu merasa ingin mencoba tanpa rasa putus asa,terkadang terasa sulit bagi mereka yang merasa hidup ini adalah sebuah cobaan,ujian dari sang Khalik.

Disisi lain yang harus kita ketahui,hidup ini adalah proses pembelajaran, dimana didalam proses tersebut kita yang menjadi pengemudi utamanya,sehingga kita yang harus menentukan mau kemana kita pergi.
Sang Khalik selalu meridhoi setiap langkah dan keputusan yang kita ambil,karena tak ada satupun yang tidak terlihat atau tidak diketahui oleh Nya.

Kalau insan manusia selalu mengatakan ini adalah cobaan atau ujian, dalam realita hidup ini tidak ada yang diuji atau dicoba,sesungguhnya kita sendirilah yang mencoba dan menguji diri kita. Tanpa kita sadari dan kita rasakan, setiap harinya kita mengambil beribu keputusan dalam hidup kita, yang tanpa kita sadari dan kita rasakan berbagai keputusan tersebut memiliki dampak + ataupun -,ketika itu + jarang kita mencoba untuk BERSYUKUR kepada Nya, tetapi ketika itu negatif terkadang selalu kita mengatakan Ya TUHAN cobaan/ujian apalagi yang engkau berikan kepada ku.Anehkan kita sebagai Manusia?????

Coba kita semua mengingat,ketika orang tua kita memberikan sesuatu kepada kita,kita senang banget,sampe-sampe beribu terimakasih kita ucapkan,disaat kita bekerja ketika atasan kita memberikan bonus atau kenaikan gaji,hal yang sama juga kita lakukan,sampai setiap hari kita memuji-muji dia (ampe uda dapat masalah,baru dijelek-jelekkin lagi,biasa sifat dasar kita..Hahahaha-mode on ketawa Alm.Mbah Surip).

Tapi apakah kita sadari bahwa semua yang kita miliki ini adalah hanya sebuah titipan tidak lain dan tidak lebih hanya sebuah cerita dalam kehidupan kita. Malah TUHAN yang memberikan segala sesuatu dari berbagai hal tadi kepada kita,dan selain itu juga banyak hal yang diberikan Nya yang nilainya tak terhingga dan tak bisa diukur dalam satuan uang manapun,jarang kita berkata kepada Nya.......Ya TUHAN, terimakasih atas segala sesuatu yang telah engkau berikan kepadaku (Kekuatan,Kesehatan,Rejeki,Ketabahan,Kesabaran,dan lain sebagainya)terutama nafas kehidupan yang masih engkau percayakan kepadaku,sehingga aku semakin yakin kalau aku harus berbuat sesuatu yang terbaik bagi hidupku,keluargaku,dan semua mahluk ciptaan Mu yang ada disekitarku dan aku yakin aku bisa menjadi seperti apa yang kuinginkan,ridhoilah setiap langkahku,sehingga aku bisa menjadi inspirasi banyak orang dalam hidupku..amin.BERSAMBUNG.........

[Tak terasa waktu sudah larut malam,mata sudah sangat berat (emank ditaruh barbel yaaa...Hahahaha-mode on ketawa Alm.Mbah Surip),tak terasa juga lagu-lagu best of the best Kitaro dan Yannie menemaniku menulis secercah inspirasi bagi kita semua,ditunggu yaa bagian berikutnya.]

KATA INSPIRASI :
Yang kemarin, hanya ada dalam ingatan.
Untuk besok, hanya kamu yang mampu dengan harapan.
Yang sekarang, ini adalah yang sebenarnya.
Dimana kamu harus terima, dengan penuh kesadaranNya.

www.bsoeroso.blogspot.com

Rabu, 21 Oktober 2009

Goresan Mobil

Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.

"Buk....!" Aah..., ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

"Cittt...." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.

Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.

"Apa yang telah kau lakukan!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!"
Lihat goresan itu", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. "Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos di bengkel untuk memperbaikinya." Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.
"Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa." Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.

"Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti...." Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.

"Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.." Kini, ia mulai terisak.

Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.

"Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya"

Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya. Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.

"Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak."

Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Ditelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya. Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: "Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu."

Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?

Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.

Teman, kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

www.bsoeroso.blogspot.com

Senin, 19 Oktober 2009

Apartemen Lantai 60

Ada satu keluarga yang mengontrak rumah dan akhirnya membeli sebuah apartemen di lantai 60. Apartemen itu memakan waktu sangat lama dalam pembuatannya. Kemudian, tibalah hari yang dinanti. Apartemen dambaan telah jadi dan selesai dengan baik. Dengan semangat dan antusias mereka membawa banyak barang-barang untuk mengisi apartemen mereka. Mereka membawa surat kabar, pakaian, mainan, makanan, kompor, lemari pakaian, tempat tidur, peralatan makan, televisi, alat musik, sabun, teropong, dan banyak sekali barang lain.



"Nanti di atas, kita bisa nonton tv, main video game, masak terus makan masakan buatan sendiri, bisa bersantai sambil mendengarkan musik, bisa meneropong jauh, bersantai, mandi dulu, pokoknya enak deh..." demikian pikir mereka.



Sesampainya mereka di sana, mereka menemui developer. Ternyata, apartemen itu baru setengah jadi dan lift belum terpasang. Mereka sangat kecewa dibuatnya. Mereka ingin pulang ke rumah lama mereka, tapi kontrak mereka sudah habis. Dengan sangat terpaksa, mereka harus tetap naik ke atas sana dan tinggal di dalamnya menggunakan tangga darurat. Mereka naik membawa semua barang mereka menggunakan tangga darurat. tangga demi tangga dilalui, mereka terus maju dengan semangat membara.



Sesampainya mereka di lantai 25 mereka kelelahan, mereka makan dan minum dengan lahapnya. Lalu mereka melihat barang-barang mereka, semuanya utuh. Timbul sebuah pikiran untuk mengurangi barang bawaan mereka. Lalu mereka memutuskan untuk meninggalkan meja telepon dengan teleponnya. "Toh diatas kita tidak perlu telepon atau pesan apa-apa," demikian menurut mereka.



Di lantai 30 mereka tinggalkan baju, mainan dan lemari pakaian mereka. "Toh kita masih memakai baju."



Lalu mereka terus melaju ke lantai 35, mereka masih mengeluh dan memutuskan untuk meninggalkan barang mereka lagi yaitu televisi dan radio serta compo. "Soalnya kita tidak perlu nonton tv, toh acara dan lagu-lagu yang kita punya itu-itu saja."



Teruslah mereka melaju sampai lantai 45, rasanya masih berat dan tidak menyenangkan. Maka mereka tinggalkan kompor dan bahan makanan yang mereka bawa. "Toh tadi masih kenyang makan banyak."



Lalu, di lantai 55 teropong dengan tripod yang sangat besar mereka tinggalkan begitu saja. "Toh di atas mau lihat apa, belum jadi semua tower yang lain."



Sesampainya di lantai 60, mereka masuk dan menyadari yang mereka miliki hanya sebuah kasur. Tidak ada jalan lain, mereka hanya ingin tidur karena tidak ada pilihan lain.



And so.... what's the point? Mungkin Anda bingung kenapa perumpamaan ini sangat panjang. Perjalanan itu melambangkan kehidupan. Tiap lantai yang ada, melambangkan umur. Dan Anda adalah keluarga tersebut. Barang-barang tersebut adalah mimpi Anda, barang-barang tersebut adalah perlambang tindakan Anda.



Di umur 25 Anda mulai bekerja dan memutuskan untuk fokus pada pekerjaan Anda, tanpa sadar Anda telah mengeliminasi banyak sahabat potensial. Di umur 30 Anda sudah tidak memperhatikan penampilan dan melupakan hobi Anda akibat sulitnya bersaing. Di umur 35 Anda mulai melupakan kesenangan yang Anda dambakan di hari tua akibat kenyataan bahwa tabungan Anda tidak mencukupi. Di umur 45 Anda berhenti makan makanan yang Anda sukai akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan di usia 25 yang mulai berdampak buruk di usia ini. Di umur 55 Anda benar-benar melupakan keinginan menikmati hari tua dengan memandang indahnya hidup dengan menikmati apa yang Anda lewati, Anda mulai kuatir dengan masa depan anak Anda. Di umur 60, Anda menyesal tidak banyak yang Anda dapat akibat tidak ada mimpi yang direalisasikan. Anda hanya ingin cepat tidur selamanya, karena Anda sudah tidak bisa lagi makan makanan enak, Anda tidak memiliki "achievement" yang bisa dibanggakan, Anda tidak punya siapapun yang menjadi sahabat Anda, Anda tidak bisa menikmati hobi Anda di masa muda, kesehatan badan mengkuatirkan.



Hidup cuma datang sekali. Jadi pastikan, Anda akan berjuang untuk mencaoai mimpi-mimpi Anda! Jangan lepaskan, tapi usahakan. Jangan sampai kita kehabisan pilihan dalam menjalani hidup. *Dreaming is a freedom, so free your dreams*.


Bams
www.bsoeroso.blogspot.com