Jangan Biarkan Kesempatan Hilang...segera Gabung di Bisnis Online yang Akan Booming ..Klik : www.superbambang.co.cc
Pengharapan itu sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yang telah dilabuhkan sampai kebelakang tabir.
- Terus mengharapkan yang terbaik, maka kita akan menghasilkan yang terbaik.
- Jangan bersungut-sungut tetapi mengucap syukurlah senantiasa.

Jumat, 24 Juli 2009

Long Distance

"Emang sanggup...?" itulah kata-kata yang muncul dari mulutnya. Hmm... lalu aku tertegun sejenak.. dan berfikir sangguplah jika kita berdua saling mengerti dan memahami.. dan juga saling setia,... umm.. so sweet.

Para pembaca Wikimu dan juga para pembaca hubungan jarak jauh atau bahasa kerennya long distance memang sangat sulit, seperti yang saya alami saat ini, melewati masa yang sangat sulit..., jauh dan jauh... rasa-rasanya memang berat tapi jika setelah dijalanin yah biasa aja, komitmen yang dibuat dari awal harusnya disepakati oleh keduanya.

Mungkin ini sedikit tips jika ada beberapa pembaca yang sedang menjalani long distance ini.., :

1. Sebelum menjalani pacaran long distance, di antara pasangan harus sama-sama punya komitmen siap dalam menjalani pacaran jarak jauh ini.

2. Pacaran long distance memiliki tingkat resiko yang cukup tinggi karena intensitas pertemuan yang jarang. Jadi sangat penting untuk menjaga rasa saling percaya antar pasangan. Perasaan saling curiga merupakan pemicu utama pasangan sering berantem.

3. Komunikasi sangat penting antar pasangan, tapi jangan berlebihan karena itu bisa membuat hubungan jadi cepat membosankan. Jadi lebih baik komunikasi seperlunya saja dan biasakan untuk saling menyapa setiap pagi ataupun malam hari sebelum tidur. Hal-hal sederhana seperti itu dapat membuat pasangan menjadi senang atas perhatian dari kita.

4. Saling jujur, misalnya : Kamu udah ngerasa nggak cocok dan nggak nyaman lagi untuk pacaran long distance, jujur pada pasangan kamu, lalu cari solusi yang terbaik buat hubungan kalian.

5. Saling terbuka, misalnya : Apabila ada seseorang yang mendekati kamu, ceritakan itu pada pasangan kamu, tapi jangan sampai itu membuat pasangan kamu jadi curigaan. Buatlah dia semakin yakin dan percaya pada kamu karena kamu sudah bersikap terbuka.

6. Apabila keinginan untuk selingkuh muncul, ingatlah untuk tidak coba-coba. Pengalaman teman saya, awalnya dia selingkuh hanya untuk iseng-iseng dan sebagai ajang untuk senang-senang aja, tapi ketahuan oleh pasangannya dan mereka putus. Jadi sebelum bertindak, pikirkan dulu resiko yang akan kamu terima. Jangan pertaruhkan hubungan yang sudah lama kamu jalani dengan perasaan untuk senang-senang saja.

7. Kalau kalian berantem itu sih wajar, namanya dalam hubungan pasti ada asam manisnya, usahakanlah untuk langsung menyelesaikan pertengakaran kalian, jangan sampai berlarut-larut, itu dapat menjadi bumerang buat hubungan kalian.

8. Saling memberi kejutan kepada pasangan masing-masing.

Nah itu sedikit tips buat para pembaca... mudah-mudahan bermanfaat loh...., tapi semua itu dah diatur ujung-ujungnya pasti bilang "yah mas.. kalo jodoh mah gak kemana.." iya kan..?

do you wanna try ..?

Selasa, 21 Juli 2009

Saat Memberi-Saat Menerima

Saat engkau meneguhkan hati sahabatmu yang berada dalam ketakutan, sebenarnya engkau pun sedang menerima ketakutannya. Saat ketakutannya engkau terima, saat itulah juga, engkau mengganti ketakutannya dengan keberanianmu.

Saat isterimu mengandung anakmu, isterimu memberi makan janin itu lewat tali pusar dalam rahimnya; selama dalam kandungannya itulah, sebagai suami isteri, kalian sebenarnya menerima seorang manusia yang sudah pasrah total untuk diperlakukan apapun juga: mau serius dicintai, dirawat ataupun tidak! Itulah caranya seorang bayi dalam kandungan ibunya mencintai ibu dan ayahnya, bukan dengan memberi tapi menerima apapun perlakuan orang tuanya.

Saat engkau memberikan uang belanja kepada isterimu, saat itu jugalah engkau sebenarnya menerima kerendahan hati isterimu untuk diberi nafkah hidup.

Saat engkau merawat suami, isteri dan anak-anakmu yang sedang sakit, saat itulah juga engkau belajar menerima keterbatasan kesehatan mereka, sehingga engkaupun belajar kerepotan agar hidup tetap berlangsung.

Saat engkau marah kepada anak-anakmu, saat itu juga engkau menerima telinga anak-anakmu untuk mendengarkan kata-katamu dengan penuh kesabaran, walaupun menyakitkan sekalipun.

Saat engkau marah kepada pasangan hidupmu, dan karena itu dia diam, saat itu jugalah engkau menerima kesediaannya menerima kata-kata kasar, mungkin pedas, dan menyakitkan, sampai pasanganmu tidak sanggup untuk membalasnya.

Saat engkau dendam kepada orang serumah, sampai engkau tidak mau berbicara dengan mereka; saat-saat itulah engkau sebenarnya menerima kegelisahan mereka karena merasa tidak lagi dipercaya!

Saat engkau mengampuni pasangan hidupmu dan anak-anakmu setelah konflik akibat berbagai macam masalah, saat itu jugalah engkau menerima kegembiraan mereka karena masih dipercaya walaupun telah berbuat salah!

Saat engkau percaya pada saudaramu, bahkan menaruh harapan bahwa saudaramu dapat berkembang meski dia itu rapuh; saat itulah sebenarnya engkau menerima kerapuhannya menjadi milikmu, dan engkau memberikan harapanmu sehingga berkobar dalam hatinya!

Saat engkau memberi harapan kepada saudaramu, saat itu jugalah engkau melepaskan kacamata hitammu yang lama dan engkau mengganti dengan "kacamata baru" dari saudaramu. Saat itu jugalah engkau mengawali usaha untuk mengampuninya.

Saat Tuhan mengampunimu, saat itu jugalah engkau menerima kehendak bebas dari-Nya agar engkau merasa sungguh dipercaya untuk menentukan keputusanmu demi kepentingan- Nya, yakni kepentingan untuk mengasihi sesama seperti Ia mengasihi.

Saat engkau diampuni oleh Tuhan, saat itu pulalah dengan tulus, Tuhan menerima akibat dosa kita, agar hati kita ditukar dengan hati-Nya. Karena itu semoga hati kita tidak hanya menjadi seperti Hati Kristus yang mahakudus, melainkan akan "menjadi hati-Nya"!

Saat Kristus menjadi "jantung hati"-mu, saat itu jugalah Kristus menempatkan dirimu pada "Jantung Hati-Nya"

Hidup Untuk Memberi

Di suatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip di sela-sela kepadatan kendaraan di sebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta. Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut, ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang Koran, Penyapu jalan, Tuna Wisma, sampai Pak Polisi.

Pemandangan itu membuatku tertarik, pikiranku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan? Kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??

Untuk membunuh rasa penasaranku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai di seberang jalan, setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang.

“De, boleh kakak bertanya?”

“Silakan Kak.”

“Kalau boleh tahu yang barusan adik bagikan ke tukang Koran, tukang sapu, peminta-minta bahkan Pak Polisi, itu apa?”

“Oh… itu bungkusan nasi dan sedikit lauk Kak, memang kenapa Kak?”

Dengan sedikit heran, sambil ia balik bertanya, “Oh…tidak.”

“Kakak cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah lama kenal dengan mereka?”

Lalu, adik kecil itu mulai bercerita, “Dulu, aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma, setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang, dan seperti Kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan, apabila kami mengingat waktu dulu, kami sangat-sangat sedih, namun setelah ibuku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik. Maka dari itu, Ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu, jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup, kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka?”

Yang ibuku slalu katakan, “Hidup harus berarti buat banyak orang”, karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya satu yang kita bawa yaitu kasih kepada sesama serta amal dan perbu atan baik kita, kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang, kenapa kita harus tunda.

Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat, hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta, “Apa yang kita bawa?”

Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hati, saat itu juga aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. “Ya Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepadaMu. Hanya kasih yang sempurna serta iman dan pengaharapan kepada-Mulah yang dapat mengiringku masuk ke surga. Terimah kasih adik kecil, kamu adalah malaikatku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyakku…”

Jumat, 17 Juli 2009

Kepribadian Pria Dilihat Dari Cara Menggunakan Ponsel

Gaya seseorang memperlakukan ponselnya dapat menunjukkan apakah ia orang yang bertanggung jawab, memegang komitmen, berhati-hati, penuh cinta atau pelit. Iseng-iseng coba perhatikan cara pria di sebelah Anda memegang ponselnya.

Menggenggam Dengan Tangan Kanan
Ia seorang yang rasional dan gentleman.
Ia seorang yang bisa memperlakukan Anda sebagai perempuan yang paling beruntung di dunia. Ketegasan yang diperlihatkan dengan caranya menggenggam ponsel tanpa ragu-ragu. Mantap. Kalau sudah menginginkan sesuatu, pantang tergoyahkan. Ia mempunyai daya tarik kuat yang membuat setiap perempuan rela menjadi kekasihnya. Seorang yang seksi, menyenangkan, dan membangkitkan semangat.

’Si tangan kanan’ tidak pernah kehabisan tenaga untuk meraih ambisi. Ia orang yang memegang teguh komitmen dan bisa diandalkan. Kekeras kepalaannya terkadang menjengkelkan. Makanya ia membutuhkan orang yang bisa mengimbanginya. Perempuan yang berhati lembut, penyayang dan juga setia yang mampu merebut hatinya.

Menggenggam Dengan Tangan Kiri
Lelaki yang kreatif dan intuitif.
Perasaannya cukup peka dan gampang tersentuh. Ia mudah menyelami perasaan orang lain. Meski ia bukan orang yang mudah membagi perasaannya dengan orang lain. Secara kualitas pribadi, ia memiliki kemampuan yang lebih baik di bidang konsep ketimbang pelaksana. Ia bisa menjabarkan setiap persoalan secara detail namun seringkali gelagapan jika diterjunkan ke lapangan.

Ia seorang yang bisa memanjakan Anda dengan bunga, namun kesulitan ketika harus berkomitmen dengan seseorang. Sebagai pacar, ia cukup qualified. Penuh pengertian, perasa dan penuh perhatian. Jika jatuh cinta pada lelaki ini dan merasa dia lah belahan jiwa Anda, jangan pernah menyakiti hatinya.

Ponsel Dipegang Dengan Tangan Lemas alias Ogah-Ogahan
Ah, tipe sulit mengambil keputusan
Kehidupan yang dijalani sepertinya telah menekan vitalitasnya, baik tubuh dan fikiran. Sifatnya yang menonjol adalah lemah dan ragu-ragu. Ia seorang yang mudah patah semangat bila tertimpa masalah. Setiap kali akan melangkah dia selalu pesimis duluan. Ujung-ujungnya dia akan memilih mengurungkan niatnya atau mundur teratur.

Ia bukan orang yang bisa berinisiatif dalam hal apapun, apalagi dalam urusan cinta. Ia tidak akan menghubungi Anda sebelum Anda yang menghubunginya. Tipe yang pasif dan tidak keberatan apabila kendali hubungan berada di tangan kekasihnya.

Berganti-Ganti Tangan
Lelaki yang memanfaatkan kedua tangannya saat memegang ponsel menandakan ia kurang bisa fokus pada sesuatu. Mudah bosan. Perhatiannya gampang berpaling atau terbagi oleh sesuatu yang dianggapnya lebih menarik. Energinya kelewat besar hingga ia butuh penyaluran dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang menantang.

Beberapa di antara mereka begitu asik dengan dirinya sendiri sehingga terkadang melupakan pasangannya. Kelebihannya ada pada keluwesannya. Gaya bicaranya sangat diplomatis dan merupakan pribadi yang aktif dan senang petualangan.

Menekan Ponsel Ke Telinga Dengan Pundak
Ia selalu ingin terlihat sibuk dan ambisius.

Semua hal ingin ia kendalikan sendiri, termasuk hubungan dengan pasangan, walau akhirnya seringkali berantakan karena ia bukan seorang manajer yang baik. Orangnya tidak praktis dan suka membesar-besarkan masalah. Emosinya mudah meledak dan perilakunya grusa-grusu.

Bukan tipe orang yang dapat menjadi pendengar yang baik karena konsentrasinya sering kali terpecah untuk urusan lain. Saat menghadapi persoalan pelik, ia lebih suka menarik diri daripada memperbaiki situasi yang terjadi.

Memanfaatkan Handsfree
Ia senang yang praktis-praktis.

Berjiwa aktif dan sportif. Gandrung akan teknologi dan melek fashion. Kepribadiannya fleksibel. Ia dapat masuk ke lingkungan pergaulan manapun. Ia juga independen dan tidak suka mengatur pasangannya agar menuruti kemauannya. Ia toleran dan akan menghargai pendapat pasangannya walau sebenarnya tidak setuju.

Kekurangannya ialah ia sangat terikat pada Anda tapi di sisi lain ia dapat melupakan ulang tahun Anda atau perayaan momen penting lainnya.

Gimana kalau ketika menelepon ia menyuruh orang lain berbicara sementara ia bertelepon? Wah, kalau seperti ini tidak diragukan lagi, ia tipikal yang doyan nguping pembicaraan orang.

Bukan Akhir Cerita Cinta

ku coba untuk tersenyum
saat kebahagiaan terkurung
ku coba tuk tetap tegar
saat hati jauh terlempar
dan ku coba tuk tetep tegak berdiri
saat diri tercabik tersakiti

air mata tak akan berguna
tak kan bisa menyatukan kita
tapi mengapa ia keluar dengan sendirinya
saat kesedihan melanda?
sudahlah...aku tak ingin menangis
membuat hatiku semakin teriris

aah...cinta...
ada-ada saja cerita yang kau punya
selalu jadi misteri bagi yang mengalaminya
bahagia atau lara pada akhirnya

maafkan aku
belum bisa membahagiakanmu
seperti cita2 kita waktu itu

lupakan saja yang dulu ada diantara kita
sekarang yang ada aku dan kamu saja